Masalah dan solusi

Setiap hari ada saja yang terjadi. yang di harap tidak jadi kenyataan

yang tidak diharap malah datang silih berganti. entah bagai mana

menyikapi hidup ini.., ke kanan salah kekiri salah. Setiap orang

mempunyai cerita dan masalah hidup yang berbeda. sama seperti negara

ini, semakin hari semakin banyak saja masalah yang terjadi. naiknya

BBM, Foto mesra.., Insiden MOnas.., masalah TKI uh…. belum lagi

masalah luar negeri.

Kenaikan BBM beberapa waktu silam membuat sebahagian besar masyarakat

menyempitkan perutnya untuk menutupi kenaikan itu. belum lagi ulah

tengkulak minyak yang menambah beban harga BBM. Dua Atau tiga bulan

yang lalu dengan uang Rp 4500 sudah bisa beli bensin, dua atau tiga

bulan yang lalu dengan uang Rp 5000 sudah bisa makan nasi dengan lauk

daging ayam, itu baru dua atau tiga bulan yang lalu… kalau dua atau

tiga tahun yang lau..? atau malah dua atau tiga puluh tahun yang lalu

bagai mana pula..?

Kalau mencari mana yang salah mana yang benar sih gak bakalan ketemu

ketemu.., soalnya semua pasti mengaku benar.., nah kalau ditanya mana

yang salah pasti semua nggak mau ngaku.
apa masih benar kalau dikatakan “kebenaran” itu pasti akan menang. tapi

siapa yang bisa menilai kebenaran..? presiden..?, rakyat..?,

pemerintah..?, DPR..?, MPR..? La wong semua yang disebut tadi itu juga

punya kesalahan kok. 

nah itu masih masalah BBM.. belum lagi maslah insiden monas…

ahmadiyah.. foto mesra.. wah.. wah.. kalau masalah korupsi mah gak usah

di sebut hampir tiap hari ada terus… dan pastinya juga gak mau ngaku

sebelum di sidang nanti kalah (itu pun kalau mau..! kalau nggak ya naik

banding truss cari kuasa hukum yang tenar yang pintar dan yang… bisa

memenangkan sidang.. memangnya lomba).

gimana dengan masalah foto mesra..? emh.. emh.. kok bisa ya.. seorang

pejabat panutan rakyat kayak gitu (memangnya pejabat gak manusia..?),

memang sih pejabat itu manusia, punya salah punya dosa punya khilaf

tapi kalau sudah tau salah ya mbok insaf.., akui kesalahan ya kalau

akhirnya dihukum ya mbok di terima itung itung bukti taubat biar nanti

di akhirat bisa di ampuni. nah yang penting lagi punya budaya malu..,

malu sama diri sendiri malu sama keluarga malu sama orang lain dan yang

lebih penting lagi malu sama Sang Pencipta.., terus bukti rasa malu itu

apa? ya cepet cepet ngundurkan diri..(gitu aja kok repot).

Ironinya lagi setelah tau negara ini banyak masalah.., kayaknya gak

lengkap kalau nggak nambah masalah.., nambah masalah gimana? ya itu

tadi saling menyalahkan.. trus saling bongkar aib. ya bukannya tuhan

menciptakan egala sesuatunya itu berpasangan. ada malam ada siang ada

lelaki ada perempuan nah kalau da masalah tentu ada solusi kan

(bukannya solusi lagi pulang kampung..?, itu mah “silusi” anak kepala

desa). BUkannya kita lebih baik memberikan solusi dalam memecahkan

masalah. kita dukung pemerintah.., bikannya kalau ditanya semua manusia

di bangsa ini apakah ingin bangsa ini maju.., pasti jawabnya iya..!

(loh kok tahu). sebab asal calon calon pejabat kalau kampanye pasti

ngomong memajukan bangsa ini.., mensejahterakan rakyat.., nah kalau

sduah begitu kan lebih baik bersatu walaupun nggak kepilih kalau sudaha

kemauan pasti akan tercapai ..(itu pun kalau niatnya mau memajukan

rakyat.., kalau niatnya mau jadi pimpinan rakyat ya sulit juga)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s