Tanah Oh Tanah

Pagi hari seperti biasa sebelum mandi saya menyempatkan menonton tv. yah favorit saya untuk berita masih Metro Tv (maaf tidak ada promosi di sini). tapi tadi pagi saat akan mematikan tv karena udah jam 7 pagi (harus mandi) eh tiba tiba ada berita dari kampung halaman tercinta. tentang perebutan lahan. begini beritanya dari www.metrotvnews.com

Metrotv

Video
Rebutan Lahan Di Bp. Mandoge

Unjuk rasa petani di Desa Sei Kopas, Bandar Pasir Mandoge, Sumatra Utara. Aksi dilakukan petani di tengah survei lahan sengketa Pemkab Asahan, Rabu (21/12).

Kericuhan terjadi antara petani dan karyawan perkebunan swasta PT Jaya Baru. Pihak perkebunan menilai, petani menyerobot lahan perkebunan seluas lebih dari 60 hektare. Petani yang tengah menduduki lahan sengketa berupaya mempertahankan diri, dan berbalik mengusir karyawan.

Petani menilai lahan garapan mereka sah secara turun temurun. Sebaliknya petani menilai perkebunan tak memiliki hak guna usaha (HGU).

Sebelumnya, pihak perkebunan PT Jaya Baru melaporkan tindak pencurian buah sawit kepada Polsek Bandar Pasir Mandoge. Sebaliknya menurut petani, kelapa sawit milik mereka.

Petani menilai Kapolsek Bandar Pasir Mandoge memihak perkebunan, karena laporan penyerobotan dan pengerusakan tanaman petani tak digubris.(DNI)

waw gak siap siap ya urusan tanah di republik Indonesia tercinta ini. lihat saja baru baru ini kasus mesuji. perebutan lahan antara masyarakat dengan perusahaan. ya jelas tidak mau sama-sama rugi dong. perusahaan punya bukti.. masyarakat punya bukti. weleh weleh… oknom mana yang sering bermain ini.

padahal kalau di pikir pikir kalau kita mati nanti tanah yang untuk (jasad) kita cuma sebesar badan saja. lah itu kan kalau sudah mati. nah loh maksudnya gimana ni. begini ni pemerintah seharusnya bijak dalam menjalankan undang-undang agraria, karena ini soal tanah. apalagi tanah ulayat (tanah nenek moyang red). gak akan ada habis-habisnya kalau dibahas. gimana mau habis lawong sejarahnya gak jelas antara mana duluan tanah ulayat atau tanah negara. yang pasti sebelum ada negara (indonesia) ini tanah itu memang sudah ada he he he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s