Air.., Sering digunakan tapi sering dilupakan

Ilustrari air keran. Suber kabartop.com
Ilustrasi air keran. Suber: kabartop.com

Banyak hal yang sering kita lupakan namun sering kita gunakan. Sebut saja seperti listrik, air bersih, BBM dan sebagainya. Air adalah salah satu kebutuhan yang sering kita lupakan. Tiap hari kita pasti menggunakan air, baik untuk minum, mandi, mencuci dan sebagainya. Namun sering pula kita lupa akan kebutuhan kita pada air tersebut. Kalau air macet, baru terasa betapa kita membutuhkannya. Ini sih ibarat lagu nyangkutnya ke lagu bang haji ‘Kehilangan’ yang liriknya “Kalau sudah tiada.. baru terasa..”

 Sebagian dari kita mungkin sudah terbiasa dimanjakan dengan air bersih dari PDAM yang sampai di rumah kita masing-masing. Tidak susah bagi kita untuk mendapatkan air bersih. Mau masak, mandi, mencuci tinggal buka kran saja, air bersih sudah mengalir. Bahkan terkadang air mengalir sampai luber. Tapi banyak sebenarnya orang-orang yang kurang beruntung dari kita. Jangankan air sampai di rumah, untuk mendapatkan air bersih saja pun sulit. Air menjadi sesuatu yang langka dan juga mahal. Kenapa air menjadi sesuatu mahal dan langka? bagi sebahagian orang biaya air PDAM yang kita bayar per bulan tersebut termasuk mahal, belum lagi biaya listriknya. Bagaimana  dengan membuat sumur? terkadang selain biaya mahal, tempat pengeboran air pun susah dicari, apalagi dengan kondisi perkotaan yang padat. Untuk kondisi pedesaan mungkin tidak susah mencari tempat pengeboran air, tapi terkadang sulit mengaksesnya, selain itu jika menggunakan pengeboran modern (menggunakan listrik)  biaya pembuatannya tergolong mahal, kalau memakai cara tradisional air yang didapat bukanlah air yang bersih (tergantung kondisi daerah).

 Lantas bagaimana dengan sungai?, dahulu sungai Continue reading

Advertisements

Solusi Plak Gigi dengan Jus Stroberi

Nih ada berita bagus ni buat rekan reakn yang selalu bermasalah dengan plak gigi. pasti kita sering geram dengan plak yang ada di gigi kita. nah ini dia solusinya.

sumber : Antara

gigiYogyakarta (ANTARA News) – Jus buah stroberi dapat mencegah pembentukan plak gigi yang dapat memicu timbulnya penyakit gigi dan mulut, kata peneliti dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Rahmi Ayu Budi Amalia.

“Kandungan bahan pemanis alami berupa xylitol dan polifenol pada stroberi terbukti mampu mengurangi kolonisasi `streptococcus mutans` yang bisa menghambat aktivitas enzim sehingga mampu mencegah pembentukan plak,” katanya saat memaparkan hasil penelitiannya di Yogyakarta, Senin.

Dengan demikian, konsumsi jus stroberi berpengaruh signifikan dalam menurunkan indeks plak gigi. Ia mengatakan, secara umum stroberi mengandung nutrisi seperti protein, lemak, karbohidrat, dan energi. Mineral potensial yang terkandung didalamnya adalah kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, potassium, selenium, vitamin C, dan asam folat.

“Stroberi juga terbukti memiliki aktivitas antioksidan dua kali lipat lebih tinggi dibanding anggur merah, lima kali lipat dari apel dan pisang, dan sepuluh kali lipat dari semangka,” katanya.

Jadi, menurut dia, stroberi sangat Continue reading

Sembuh dari HIV

Saat akan memulai aktivitas pagi dikantor seperti biasa pasti browsing-browsing berita dahulu. Komentar komentar sepakbola piala AFF masih mengjiasi headline berita berita di internet. tiba-tiba teman sekantor menunjukan berita dari forum tentang seseorang yang sembuh dari HIV.  saat di telusuri ternyata sumber asli berita ini di dapat dari http://www.aidsmap.com yang berbahasa inggris. kemudian di sadur oleh nationalgeographic.co.id.

Pasien transplantasi sel punca sembuh dari HIV?

timoty
Timothy Sembuh dari HIV

Seorang pasien dengan HIV yang juga menderita leukimia akut dianggap sembuh dari HIV oleh dokter setelah memperoleh transplantasi sel punca pada tahun 2007. Pasien bernama Timothy Brown itu menerima donor tulang sumsum yang sudah memiliki kekebalan alami terhadap infeksi HIV. Pendonor memiliki kelainan genetik yang membuatnya tidak memiliki CCR5 dalam selnya. CCR5 itu digunakan oleh HIV sebagai “markas” untuk masuk ke dalam sel CD4. Kelainan genetik seperti ini dialami oleh 1 persen orang kaukasia di Eropa Utara dan Eropa Barat.

Sebelum operasi transplantasi, Brown menerima kemoterapi untuk mematikan semua sel imun. Pria asal Amerika Serikat yang menetap di Berlin, Jerman, itu juga menerima iradiasi untuk seluruh tubuh serta obat yang menekan sistem imun tubuhnya. Semua itu bertujuan untuk mencegah penolakan terhadap sel punca yang akan ditransplantasikan. Terapi antiretroviral juga dihentikan pada hari ia menjalani operasi.
Brown, yang sempat menerima operasi transplantasi sel punca kedua 14 hari setelah operasi pertama karena leukimianya kambuh, terus menerima obat penekan sistem imun selama 38 bulan. Pada bulan ke-5, ke-24, dan ke-29 pasca operasi, Brown menjalani Continue reading